Katakanlah "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al-Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain." (al-Isra': 88) Berbeda halnya dengan sihir, tidak ada seorang penyihir pun berani membuka tantangan secara umum. KisahMurtadnya Sang Hafidz Quran. Syabil channel is in Jakarta, Indonesia. January 1, 2020 · AllahSWT berfirman yang artinya, "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?Mereka menjawab, 'Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian.'" (Q Siapakahpendeta Maxi Deeng? Pendeta Maxi Deeng S.Th. berkeinginan untuk mengganti namanya menjadi Abu Bakar setelah masuk Islam sesuai dengan nama mualaf yang diberikan kepada beliau. 1 Menurut Abu'l Kalam Azad (seorang Urdu scholar), Sang Buddha (Buddha Shakyamuni) yang dikenal sebagai guru suci bagi umat Buddha tidak lain adalah Nabi Zulkifli as, yg dalam Al-Quran disebut sebagai Nabi yg mempunyai tingkat kesabaran yang tinggi, dan sangat baik. Dalam bahasa Arab Zulkifli sendiri berarti "orang yg berasal dari Kifl". Kainamake Malang. Beliau berbagi kisah dan pengetahuannya tentang keIslaman dan Kristologi kepada anak-anak muda. Tujuannya adalah agar anak muda zaman sekarang dapat membentengi aqidahnya dengan kuat di era banyaknya gempuran misionaris yang gencar meyebarkan agamanya secara langsung maupun tidak langsung. Dalam kajian ini Ustadz Kainama akan mv2kP. Skip to content HomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah IslamHomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah IslamHomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah Islam KISAH SEORANG MUJAHID PENGHAFAL ALQURAN YANG MURTAD DI AKHIR HANYATNYA KISAH SEORANG MUJAHID PENGHAFAL ALQURAN YANG MURTAD DI AKHIR HANYATNYA بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ KISAH SEORANG MUJAHID PENGHAFAL ALQURAN YANG MURTAD DI AKHIR HANYATNYA Lelaki gagah itu mengayunkan pedangnya menebas satu demi satu tubuh pasukan Romawi. Dahulunya dia termasuk dari Tabi’in 270 H yang hafal Alquran. Namanya adalah sebaik-baik nama, Abdah bin Abdurrahiim. Keimanannya tak diragukan. Adakah bandingannya di dunia ini seorang mujahid yang hafal Alquran, terkenal akan keilmuannya, kezuhudannya, ibadahnya, puasa Daudnya, serta ketakwaan dan keimanannya? Namun tak dinyana, terjadi musibah di akhir hayatnya. Dia mati dengan tidak membawa iman Islamnya. Padahal dahulunya ia hafal semua isi Alquran. Namun semua hilang tak tersisa kecuali dua ayat saja. Apa yang melatarbelakangi dia keluar dari Diinullah Agama Allah? Mari kita simak kisahnya berikut ini. Pedangnya masih berkilat-kilat memantul cahaya mentari yang panas di tengah padang pasir yang gersang. Masih segar berlumur merahnya darah orang Romawi. Ia hantarkan orang Romawi itu ke Neraka dengan pedangnya. Tak disangka pula, nantinya dirinya pun dihantar ke Neraka oleh seorang wanita Romawi. Tidak dengan pedang, melainkan dengan asmara. Kaum Muslimin sedang mengepung kampung Romawi. Tiba-tiba mata Abdah tertuju kepada seorang wanita Romawi di dalam benteng. Kecantikan dan pesona wanita pirang itu begitu dahsyat mengobrak-abrik hatinya. Dia lupa, bahwa tak seorang pun dijamin lolos su’ulkhatimah. Tak tahan, ia pun mengirimkan surat cinta kepada wanita itu. “Adinda, bagaimana caranya agar aku bisa sampai ke pangkuanmu?” Perempuan itu menjawab “Kakanda, masuklah agama Nasrani, maka aku jadi milikmu.” Syahwat telah memenuhi relung hati Abdah, sampai-sampai ia menjadi lupa akan imannya, Tuli peringatan, dan buta Alquran. Hatinya terbangun tembok anti hidayah. خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ “Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.” [QS. Al-Baqarah 7] Astaghfirullah, ma’adzallah. Pesona wanita itu telah mampu mengubur imannya di dasar samudra. Demi tubuh cantik nan fana itu ia rela tinggalkan Islam. Menikahlah dia di dalam benteng. Kaum Muslimin yang menyaksikan ini sangat terguncang. Bagaimana bisa seorang hafidz yang hatinya dipenuhi Alquran meninggalkan Allah? Ketika dibujuk untuk tobat, ia tak bisa. Ketika ditanyakan kepadanya “Di mana Alquranmu yang dulu???” Ia menjawab “Aku telah lupa semua isi Alquran kecuali dua ayat saja.” Apa antum tahu, dua ayat apa saja yang masih dia hafal? رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ “Orang-orang yang kafir itu seringkali nanti di Akhirat menginginkan, kiranya mereka dahulu di dunia menjadi orang-orang Muslim.” ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ ۖفَسَوْفَ يَعْلَمُونَ “Biarkanlah mereka di dunia ini makan dan bersenang-senang, dan dilalaikan oleh angan-angan kosong. Maka kelak mereka akan mengetahui akibat perbuatan mereka.” [QS. Al Hijr 2-3] Seolah ayat ini adalah hujjah untuk dirinya. Kutukan sekaligus peringatan Allah yang terakhir, namun tak digubrisnya. Dan ia bahagia hidup berlimpah harta dan keturunan bersama kaum Nasrani. Dalam keadaan seperti itulah hingga ajal menjemputnya. Mati dalam keadaan di luar agama Islam. Ya Allah, seorang hafidz nan mujahid saja bisa Kau angkat nikmat imannya, berbalik murtad jika sudah ditetapkan murtad. Apalah lagi hamba yang banyak cacat ini. Tak punya amal andalan. مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ “Tidak pernah kutinggalkan setelahku fitnah yang lebih dahsyat bahayanya bagi kaum pria, daripada fitnah wanita.” [Muttafaqun Alaih] Semoga Allah melindungi kita dari fitnah wanita/fitnah manusia dan fitnah dunia, serta dihindarkan dari ketetapan yang buruk di akhir hayat. Semoga para suami, para anak laki-laki, saudara-saudara laki kita. keluarga kita semua, teman-teman lelaki sesama Muslim, selalu dalam lindungan Allah, dijauhkan dari syahwat dan maksiat, selamat dunia Akhirat. Jangan bangga dengan hijrah kita saat ini. Karena kita tidak pernah tahu akhir masa hidup kita. Terus istiqamah berpegang teguh pada Alquran dan Sunnah. Karena bagi seorang Muslim, Surgalah tempat beristirahat kita yang sesungguhnya. Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Mu’thi al-Maidani hafizhahullah Ikuti kami selengkapnya di WhatsApp +61 450 134 878 silakan mendaftar terlebih dahulu Website Facebook Instagram NasihatSahabatCom Telegram Pinterest KISAH SEORANG MUJAHID PENGHAFAL ALQURAN YANG MURTAD DI AKHIR HANYATNYA Related Posts

kisah murtadnya seorang hafidz quran