KIATMELEMBUTKAN HATI - Ceramah Aa Gym | Kajian Tauhid Masjid Istiqlal [13/01/2019]#aagym#kitamelembutkanhatiSilahkan Subscribe juga Channel : Aa Gym Officia
REPUBLIKACO.ID, JAKARTA -- Pelaksanaan Salat Idulfitri 1438 Hijriah di Masjid Istiqlal diperkirakan akan diikuti 100 ribu hingga 150 ribu jamaah, kata Kepala Bagian Protokol dan Humas Masjid Istiqlal Abu Hurairah Abdul Salam. Abu mengatakan, di Jakarta, Sabtu (24/6), pengurus Masjid Istiqlal tidak mempersiapkan hal khusus terkait rencana Presiden Joko
Kaliini mereka menghadiri Kajian Tauhid. Jakarta, Masjid Istiqlal pada Minggu (12/2) kembali dipenuhi jamaah dari berbagai daerah di Indonesia. Kali ini mereka menghadiri Kajian Tauhid dan Silaturahim Akbar Penghafal Al
Jakarta Akun Instagram (IG) indonesiabertauhidid mengunggah foto Kajian Islam Ahad yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Ahad (2/12/208). Acara yang berlangsung bersamaan digelarnya Selasa, 25 Januari 2022
Idingmengatakan, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan menjadi khatib Salat Iduladha di Masjid Agung Al-Azhar pada Minggu nanti.. Adapun imam salat yakni Ustaz Agus Nur Khalim. "Kalau imamnya Ustaz Agus Nur Khalim. Khatib mantan Menag Lukman Hakim," kata Kepala Kantor Masjid Agung Al-Azhar, Iding, saat dikonfirmasi, Jumat
Jakarta(ANTARA News) - Masjid Istiqlal akan disterilkan setelah shalat dzuhur untuk menyambut kedatangan Raja Arab Saudi Salam bin Abdulaziz al-Saud pada Kamis, 2 Maret 2017. "Buat masyarakat yang ingin ke Istiqlal pada Kamis dipersilahkan, karena kami akan melakukan sterilisasi setelah shalat dzuhur, sehingga bagi masyarakat yang ingin
hd3JJir. Gereja Katedral Mengubah Jadwal Misa saat Hari Raya Idul Fitri. CNN Indonesia/Yohannie Linggasari Jakarta, CNN Indonesia - Gereja Paroki Katedral Jakarta mengubah jadwal misa Minggu pagi saat hari raya Idul Fitri. Tujuannya, untuk menyediakan lapangan parkir bagi umat muslim yang akan melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal yang terletak di seberang Katedral. Perubahan jadwal misa itu diumumkan pengurus Gereja Katedral di akun Facebook Keuskupan Agung Jakarta KAJ.“Sehubungan dengan Hari Raya Idul Fitri dan Sholat Ied, halaman Gereja Katedral dipakai untuk mendukung terlaksananya kegiatan saudara kita kaum muslim maka, jadwal misa Minggu, 25 Juni 2017 diubah menjadi Pagi hari wib & wib , Sore hari seperti biasa Pkl. wib & wib.” demikian keterangan pengurus Juru Bicara Katedral jakarta Susyana Suwadie, perubahan jadwal misa itu merupakan inisiatif Kepala Paroki Gereja Katedral Jakarta, Romo Hani Rudi Hartoko bersama Dewan Paroki Pengurus Harian Gereja Katedral."Halaman parkir gereja dapat digunakan untuk parkir bagi umat yang akan melakukan Salat Ied di Masjid Istiqlal," kata Susyana dalam pesan singkatnya kepada Senin 19/6.Susyana mengatakan, hari raya Idul Fitri tahun ini agak khusus, karena bersamaan dengan hari Minggu. "Kami memahami umat muslim hanya ada satu waktu serentak untuk salat Id. Sedangkan misa bisa menyesuaikan diri karena ada beberapa kali dalam hari Minggu," jadwal misa merupakan wujud toleransi gereja katedral. “Bertetangga yang baik dan tulus sebagai sesama anak bangsa dan saling mendukung dalam bertetangga. Untuk saling menghormati dan ikut bergembira di hari yang Fitri,” kata Susyana. Tiap pekan, biasanya gereja Katedral Jakarta menyelenggarakan misa tujuh kali, yakni pada Sabtu pukul WIB, dan Minggu pada pukul WIB.
Istiqlal Halal Expo 2022 Resmi DIgelar, Simak Keseruannya. Foto Chelesa/ - Istiqlal Halal Expo 2022 dan Kick Off Milad 44th Masjid Istiqlal secara resmi dibuka, Rabu 5/12. Acara ini akan diselenggarakan di area Masjid Istiqlal pada 5 Januari - 27 Februari 2022. Dengan mengusung tema Becoming the Biggest Halal Market, acara ini menargetkan lebih dari pengunjung setiap harinya. BACA JUGA Ada Proyek Didanai SBSN di Kalimantan Timur, Apa Saja? Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nazaruddin Umar mengatakan, menyambut usia 44 tahun masjid Istiqlal, pihaknya memang akan melakukan banyak kegiatan-kegiatan internasional. "Masjid bukan lagi hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga pemberdayaan ekonomi umat," kata Nazaruddin di dalam konferensi pers di ruang VIP masjid Istiqlal, Rabu 5/12. BACA JUGA Promo Superindo Hari Ini Terakhir, Yuk Buruan Serbu Diskonnya! Nazaruddin ingin Masjid Istiqlal terus mensyiarkan agama Islam dan ke depan akan menjadi gerbang perkenalan bangsa Indonesia ke luar negeri. "Melalui berbagai festival ini, kami tunjukkan Indonesia adalah bangsa yang mandiri, demokratis, toleran, menjunjung tinggi HAM, menghargai kesetaraan gender, menghargai difabel, perempuan anak-anak, dan sebagainya," katanya. BACA JUGA Catat! Harga Tanah di Calon Ibu Kota Negara Bakal Naik Adapun, Istiqlal Halal Expo 2022 akan diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, seperti pameran produk halal, kajian Islam, workshop & diskusi Internasional, peresmian program halal Istiqlal, peresmian area produk halal, fashion show muslim, perlombaan keagamaan, bisnis forum, funbike serta kegiatan lainnya. Silakan baca konten menarik lainnya dari di Google News
Jakarta - Bulan Ramadan, bulan yang tepat bagi orang yang ingin beribadah dan mengejar amalan karena pahalanya dilipatgandakan. Berbagai kegiatan di Masjid yang diikuti oleh berbagai masyarakat dari penjuru daerah manapun. Bahkan kegiatan ini sudah ada dari dahulu dan pastinya tiap tahun mengadakan kegiatan keagaam tersebut. Salah satunya yakni Masjid Istiqlal yang merupakan Masjid terbesar di Indonesia yang memiliki serangkain kegiatan keagamaan pada Ramadan tahun 1438 H yang sudah diselenggarkan dari dulu dan pastinya dari pengurus Masjid tersebut memfasilitasi berbagai macam kegaiatan. Berikut ini serangkaian kegiatan yang sajikan. Berbuka Puasa "Berbuka Bersama" atau "Ta'jil" yang merupakan kegiatan unggulan dan salah satu kegiatan amaliyah yang mendapat sambutan hangat dari umat Muslim yang sudah hadir sebelum waktu maghrib. Jika Anda sempat mampir ke Masjid Istiqlal, Anda akan menyaksikan sekitar empat ribu orang yang berjajar dengan rapi menunggu saat berbuka. Bunyi shalawat, tahmid, tahlil, istighfar dan takbir mengiringi mereka, serta diselingi dengan nasehat-nasehat agama yang dipandu oleh ustadz. Berbeda dengan tahun sebelumnya, untuk Ramadan tahun 1438 H ini ada penampilan Seni Budaya Islam sebelum tausiah, 2. Istiqlal Bertarawih Selain menggelar kegiatan berbuka puasa, Masjid Istiqlal senantiasa siap melayani para Jamaah untuk menunaikan salat tarawih berjamaah. Semua jamaah yang ikut tarawih, merekas semua mengikut selama sebulan penuh dengan jumlah rata-rata enam ribu jamaah yang hadir. Untuk melayani dan memenuhi keinginan para jamaah, Masjid Istiqlal menghadirkan salat tarawih dalam dua gelombang yaitu 8 dan 20 rakaat dan ditambah witir tiga rakaat. Sebelum salat tarawih, diperdengarkan lantunan surat Al-Qur'an dan Qarl/Qari'ah tingkat nasional dan internasional dan ceramah agama/Siraman Rohani oleh para ulama terkenal dan tokoh nasional. 3. Istiqlal Bertadarrus Setalah selesai tarawih, pada sekitar pukul WIB malam, para jamaah mengikuti tadarrus dengan khusyu yang dipandu oleh Imam/Muadzim. 4. Istqlal Berkuliah Subuh Para Jamaah akan diajak untuk salat Subuh berjamaah, sehabis salat mereka diberi pencerahan berupa kuliah subuh sampai menjelang terbit matahari. Materi yang diberkan oleh para ustadz dan mubaligh. 5. Istiqlal Berdialog Kegiatan amaliyah lainnya yakni 'Dialog Zuhur Interaktif' yang dilaksanakan setiap selesai salat zuhur berjamaah. Setelah diberikan pengantar oleh Kyai/Ustadz sekitar 20 menit, para jamaah dipersilahkan untuk menyampaikan pertanyaan seputar mater yang sudah disajikan sebelumnya. 6. Istiqlal Bernuzulul Qur'an Tepat pada malam 17 Ramadan 1438 H, diselenggarakan acara memperingatu turunnya Kita Suci Al-Qur'an secara sederhana dan khidmat. Bulan Ramadan adalah 'Syahrul Qur'an'atau bulan Al-Qur'an oleh karenanya kita semua diperntahkan membaca dan memahami Al-Qur'an, khsusunya pada bulan Ramadan. 7. Istiqlal Berqiyamul-Lail Malam sepertiga terakhr di Bulan Ramadan adalah malam yang penuh harapan yang membuncah bagi para shaimin yang mukhlis, karena pada satu malam tersebut, shaimin Insya Allah dapat berjumpa pada 'Lailatul Qadar', adalah satu malam yang lebih baik dari seribu malam. Sejalan dengan itu, Masjid Istiqlal menyelenggarakan kegiatan khusus yakni 'Qiyamullail' yaitu Salat Sunnah yang dilaksanakan pada dini hari, dimulai pada pukul hinga WIB, dan diisi dengan Salat Witir 11 rakaat yang diImami oleh para imam yang huffazh. Setiap malam dibaca satu juz dan dimulai pada juz ke-21 dan pada malam terakhir akan dibaca juz ke-30. 8. IStiqlal Pesantren Kilat Kegiatan ini adalah kegiatan bagi para siswa atau mahasiswa selama tiga hari dalam Bulan Ramadan 1438 H. Selain pencerahan studi tentang Islam dari para tokoh dan mubaligh, peserta juga dituntun mengamalkan tatacara berwudhu, salat, membaca Al-Qur'an dan salat Al-Lail. 9. Istiqlal Peduli Anak Yatim Sudah menjadi agenda rutin tahunan dalam bulan yang penuh berkah ini, Masjid Istiqlal selalu mengadakan kegiatan yang diberi judul 'Bingkisan Lebaran Anak Yatim' yaitu upaya untuk menggembirakan anak-anak yatim dengan memberikan bingkisan lembaran kepada mereka, Tahun ini direncanakan anak yatim yang menerima bingkisan tersebut. Pelaksanaan akan diberikan ppada hari Jumat 16 Juni 2017 atau hari ke-21 Ramadan, setelah itu dilanjutkan dengan acara wisuda IV Program Iklat Kompetisi Instruktur Qiro'atil Qur'an tahun 2017.
Kubah utama masjid Istiqlal berdiamater 45 meter, sebagai simbol dari tahun kemerdekaan RI Masjid Istiqlal mempunyai 12 pilar yang melambangkan tanggal lahir Nabi Muhammad SAW Dalam bahasa Arab, nama Istiqlal berarti kemerdekaan Mimbar yang digunakan khotib untuk menyiarkan khotbahnya Masjid Istiqlal mampu menampung jamaah hingga ribuan orang Ide mendirikan masjid sebagai simbol kemerdekaan tercetus di tahun 1953 Pembangunan masjid Istiqlal memakan waktu hingga 17 tahun Teras raksasa mempunyai luas sekitar meter persegi Masjid Istiqlal mempunyai kegiatan rutin harian, bulanan, dan tahunan, kegiatan makin banyak memasuki bulan Ramadan Kaligrafi dua kalimat syahadat terpampang di bagian tengah masjid Lokasi masjid Istiqlal bersebelahan dengan gereja Katedral, menandakan masyarakat Indonesia yang penuh toleransi Masjid Istiqlal merupakan masjid yang sengaja dibangun sebagai simbol dari kemerdekaan Indonesia Secara keseluruhan masjid Istiqlal dibangun di lahan seluas 9,5 hektare Menara masjid Istiqlal mempunyai ketinggian cm, simbol dari jumlah ayat dalam Alquran Bagian kanan, kiri, belakang masjid Istiqlal dibuat bertingkat sehingga mampu menampung jamaah lebih banyak Lafadz Allah yang berada di bagian depan masjid TAK jauh dari Istana Negara, sebuah masjid besar berdiri megah. Begitu indah. Agung. Tamannya bak hutan kota lengkap dengan kolam air mancurnya. Dari teras masjid, Anda bisa melihat bangunan utama masjid dengan kubah besar dan menara yang menjulang tinggi. Jika malam, masjid bermandikan cahaya lampu yang memberikan suasana damai. Di dalam masjid terhampar karpet merah marun menutupi seluruh lantai. Tiang-tiang besar menopang kubah di atasnya. Ragam hias ornamen masjid begitu elegan. Sama seperti sisi luar, bagian interior juga memiliki tata pencahayaan yang mempesona. Itulah Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara, yang kian megah setelah direnovasi. Siapa sangka, butuh waktu lama bagi umat Islam untuk memiliki sebuah masjid agung di ibukota Jakarta. Keinginan itu sudah muncul pada masa kolonial Belanda. Saat itu masjid hanya terdapat di kampung-kampung dalam ukuran kecil dan sederhana. Namun, keinginan itu jelas tak mungkin terwujud. “Sehingga segala cita-cita tinggal angan-angan belaka,” ujar Solichin Salam dalam Masjid Istiqlal Sebuah Monumen Kemerdekaan. Pun ketika keinginan itu muncul lagi sekira 1944. Beberapa ulama dan tokoh Islam berkumpul di rumah Bung Karno di Pegangsaan Timur 56 sekarang Jl. Proklamasi Jakarta. Usulan itu disambut baik oleh Bung Karno tapi sulit dilaksanakan mengingat Jepang masih berkuasa di Indonesia. Barulah pada 1950 ide itu dibicarakan serius oleh Menteri Agama Wahid Hasyim bersama beberapa tokoh Islam. Pembangunan masjid agung bisa dianggap sebagai rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia di mana umat Islam ikut ambil peranan. Mereka menamakannya Istiqlal, diambil dari bahasa Arab yang artinya “merdeka”. Lalu, pertemuan sejumlah tokoh Islam di Jakarta tahun 1953 menghasilkan rekomendasi pembentukan Yayasan Masjid Istiqlal. Yayasan itu disahkan pada 7 Desember 1954 setelah mendapat restu dari Presiden Sukarno. Dalam pertemuan dengan presiden, mereka juga membicarakan penentuan tempat. Wakil Presiden Mohammad Hatta hadir. Tiap orang memiliki perbedaan pendapat tentang letak Istiqlal. Alwi Shahab, sejarawan Jakarta, mencatat Hatta mengusulkan Istiqlal dibangun di Jalan Thamrin. “Karena lokasi ini berdekatan dengan kampung-kampung yang berada di belakangnya,” tulis Alwi dalam “Istiqlal” termuat di Betawi Queen of The East. Sementara Sukarno memilih Taman Wijaya Kusuma dulu Wilhelmina Park, tak jauh dari Lapangan Banteng. Di taman warisan kolonialisme itu terdapat monumen pendudukan Belanda di Aceh dan Benteng Citadel Prins Frederik Hendrik yang tak terurus. Jauh dari keramaian dan permukiman. Banyak pohon rimbun di sekitarnya. Ada pula dua aliran sungai di dekatnya. Yuke Ardhiati dalam Bung Karno Sang Arsitek menyebut alasan lain Sukarno memilih lokasi ini. “Tak lepas dari ingatan masa kecil Sukarno semasa kecil yang sering bermain dan berenang di pinggir sungai.” Usulan Sukarno diterima peserta pertemuan. Istiqlal dibangun di Taman Wijaya Kusuma, tepat di samping Gereja Katedral. Sukarno juga menginginkan desain Istiqlal disayembarakan secara terbuka. Dewan juri sayembara pun dibentuk. Ada 22 gambar dan maket rancang bentuk dalam tiga dimensi masuk ke kantor dewan juri. Melalui sidang dewan juri, terpilih lima pemenang. Salah satunya F. Silaban dengan karya “Ketuhanan”. Yayasan menunjuk Silaban sebagai arsitek dan menjadikan karyanya sebagai rujukan Istiqlal. Yang menarik, Silaban seorang penganut Kristen Protestan. Tapi tak banyak masalah tentang latar belakangnya. “Bahkan, kabarnya papi sempat dipeluk oleh Hamka karena karyanya itu,” ujar Poltak Silaban, anak F. Silaban, dikutip 15 Juni 2017. Sukarno menyukai rancangan dan maket Silaban. Sebab, cocok dengan pandangannya tentang arsitektur Istiqlal. Dia ingin Istiqlal berbeda dari masjid-masjid Indonesia lainnya. Dia membayangkan Istiqlal memiliki arsitektur bangunan modern. Kuat, canggih, dan megah. “Bangsa yang besar tidak boleh memiliki sebuah masjid kayu yang beratap genteng; untuk kota besar seperti Jakarta yang menjadi pusat Indonesia, diperlukan masjid yang semewah mungkin, [masjid] yang menjadi tempat ibadah lima puluh ribu, enam puluh ribu, tujuh puluh ribu orang dan menggunakan bahan bangunan yang akan bertahan selama ratusan, bahkan ribuan tahun,” kata Sukarno dalam pidato pemancangan tiang pertama Masjid Istiqlal pada 24 Agustus 1961 bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Rancangan Silaban penuh dengan simbolisasi terhadap perkembangan agama Islam dan sejarah Indonesia. Pilar utama masjid berjumlah 12, melambangkan tanggal kelahiran Nabi Muhammad, 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Pilar tersebut berdiameter 45 meter sebagai penanda tahun kemerdekaan Indonesia. Pembangunan Istiqlal sempat terhenti beberapa kali. Masalahnya soal dana. Krisis ekonomi dan politik, disusul pergantian kepemimpinan nasional dari Sukarno ke Soeharto, juga punya andil. Pembangunan Istiqlal akhirnya dilanjutkan di bawah Menteri Agama M.. Dahlan. Panitia baru dibentuk dengan Idham Chalid menjadi koordinator Panitia Nasional Pembangunan Masjid Istiqlal. Masjid Istiqlal akhirnya diresmikan penggunaannya oleh Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978. Sebuah masjid lambang kemerdekaan dan persatuan rakyat Indonesia telah berdiri. Berdirinya bangunan megah dua agama yang bersebelahan menunjukkan Bhineka Tunggal Ika. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini digunakan sebagai kantor berbagai organisasi Islam di Indonesia dan berbagai kegiatan seperti pengajian, tabligh akbar, dan perayaan hari besar Islam. Masjid ini juga menjadi destinasi wisata yang terkenal di Jakarta. Selama puluhan tahun, Masjid Istiqlal telah menjadi tempat bersatunya umat yang penuh kasih, saling menghargai, dan bertoleransi antar sesama bangsa Indonesia.* Artikel Terkait
Download Aplikasi E-Istiqlal E-Istiqlal merupakan layanan dompet digital yang membantu jamaah masjid Istiqlal untuk melakukan transaksi keuangan secara digital dengan menyimpan uang, melakukan pembayaran online dan offline dengan aman, kapanpun dan dimanapun dengan mudah. Google Play
jadwal kajian masjid istiqlal 2017